Friday, November 15, 2013

Pengaruh Teknologi Terhadap Sosialisasi Masyarakat

         NAMA : STEVANUS PRASETYO SOEMADI
         KELAS : 1KA43
         NPM : 18113643
 
          Tampaknya gadget membuat orang jadi asyik sendiri. Gadget seolah-olah membuat pemiliknya untuk terus-menerus mengobrol, SMS, surfing web dan bermain game pada gadget mereka.Beberapa orang tidak heran jika popularitas gadget telah mempengaruhi orang menjadi kurang sosial.


       Dari balita hingga manula tak ketinggalan dengan barang yang satu ini. Bahkan satu orang pun bisa memiliki 2-3 ponsel atau bahkan lebih. Harga yang bervariasi (dari kaki lima hingga bintang lima), pilihan yang beraneka ragam membuat orang semakin mudah memiliki ponsel. Kecanggihan teknologi, terutama ponsel memberikan berbagai dampak positif, namun dibalik itu, menyimpan boomerang bagi sosialisasi masyarakat.
Beberapa fakta yang dapat mengindikasikan pudarnya sosialisasi masyarakat akibat kemajuan teknologi khususnya ponsel:
1. Rasa sosial seseorang menjadi berkurang. Di zaman modern orang-orang lebih suka menyendiri, memandang ponsel berjam-jam, senyum-senyum sendiri dari pada berkumpul bersama kerabat atau keluarga untuk sekedar bertukar cerita. Manusia menjadi malas untuk bersosialisasi dengan teman dan lingkungan sekitar (face to face).
2.   Anak-anak lebih suka bermain games di ponsel dari pada bermain dengan teman sebayanya. Ini dapat membahayakan anak, karena nantinya kurang bisa bersosialisasi dengan masyarakatnya.
3.  Banyak orang menjadikan ponsel sebagai prioritas utama. Buktinya ponsel selalu mereka genggam saat belajar, makan, jalan dsb. Mereka seperti seorang eksekutif yang takut kehilangan tender besar jika tidak bersama ponselnya.
4.   Para pelajar/mahasiswa cenderung tidak bisa membedakan dengan siapa ia berkomunikasi. Mereka sudah terbiasa bahasa SMS dengan teman sebayanya, sehingga mereka tidak bisa menempatkan diri ketika berkomunikasi dengan orang yang lebih tua. Banyak kasus seorang pelajar yang SMS kurang sopan bahkan tidak sopan terhadap guru atau dosennya.
Sebagai contoh nyata salah seorang dosen saya pernah mendapat SMS seperti ini ketika UAS sedang berlangsung “Pa, ruang dmn? Gpl”
Apakah itu sopan?apakah itu yang dinamakan pelajar?
         Sudah sepantasnya kita bisa menyikapi kemajuan teknologi secara tetap dan bijaksana, bisa memfilter  yang baik dan yang buruk. Dengan semua perkembangan teknologi dan informasi kita bisa lebih produktif lagi, bukan menjadi budak oleh-nya.
 
referensi : 

No comments:

Post a Comment