NAMA : STEVANUS PRASETYO SOEMADI
KELAS : 1KA43
NPM : 18113643
Dari balita
hingga manula tak ketinggalan dengan barang yang satu ini. Bahkan satu
orang pun bisa memiliki 2-3 ponsel atau bahkan lebih. Harga yang
bervariasi (dari kaki lima hingga bintang lima), pilihan yang beraneka
ragam membuat orang semakin mudah memiliki ponsel. Kecanggihan
teknologi, terutama ponsel memberikan berbagai dampak positif, namun
dibalik itu, menyimpan boomerang bagi sosialisasi masyarakat.
Beberapa fakta yang dapat mengindikasikan pudarnya sosialisasi masyarakat akibat kemajuan teknologi khususnya ponsel:
1. Rasa
sosial seseorang menjadi berkurang. Di zaman modern orang-orang lebih
suka menyendiri, memandang ponsel berjam-jam, senyum-senyum sendiri dari
pada berkumpul bersama kerabat atau keluarga untuk sekedar bertukar
cerita. Manusia menjadi malas untuk bersosialisasi dengan teman dan lingkungan sekitar (face to face).
2. Anak-anak
lebih suka bermain games di ponsel dari pada bermain dengan teman
sebayanya. Ini dapat membahayakan anak, karena nantinya kurang bisa
bersosialisasi dengan masyarakatnya.
3. Banyak
orang menjadikan ponsel sebagai prioritas utama. Buktinya ponsel selalu
mereka genggam saat belajar, makan, jalan dsb. Mereka seperti seorang
eksekutif yang takut kehilangan tender besar jika tidak bersama
ponselnya.
4. Para pelajar/mahasiswa cenderung tidak bisa membedakan dengan siapa ia berkomunikasi. Mereka sudah terbiasa
bahasa SMS dengan teman sebayanya, sehingga mereka tidak bisa
menempatkan diri ketika berkomunikasi dengan orang yang lebih tua.
Banyak kasus seorang pelajar yang SMS kurang sopan bahkan tidak sopan
terhadap guru atau dosennya.
Sebagai contoh nyata salah seorang dosen saya pernah mendapat SMS seperti ini ketika UAS sedang berlangsung “Pa, ruang dmn? Gpl”
Apakah itu sopan?apakah itu yang dinamakan pelajar?
Sudah sepantasnya kita bisa menyikapi kemajuan teknologi secara tetap dan bijaksana, bisa memfilter yang baik dan yang buruk. Dengan semua perkembangan teknologi
dan informasi kita bisa lebih produktif lagi, bukan menjadi budak
oleh-nya.
referensi :

No comments:
Post a Comment