Stevanus Prasetyo Soemadi
18113643
2KA42
Kasus : Perusahaan Tri-Energi
Perusahaan tri-energi, sebuah perusahaan minyak, mempunyai
persediaan sekitar hasil kegiatan penarikan selama periode kekurangan tenaga
kerja. Perusahaan telah mengantisipasikan bahwa pasar tenaga kerja akan menjadi
semakin ketat. Oleh karena itu, perusahaan memutuskan mempersiapkan diri dengan
penarikan kelompok pekerja agar kebutuhan yang di antisipasi dapat terpenuhi.
Setelah mempekerjakan karyawan ekstra, perusahan pada dekade
selanjutnya secara terus menerus mengotomatisasikan fasilitas-fasilitas produksinya.
Selama periode tersebut, meskipun kapasitas produksi berlipat ganda, perusahaan
sebagai akibat otomatisasi hanya memerlukan jauh lebih sedikit karyawan untuk
mengoperasikan fasilitas-fasilitas. Jadi, keadaan menjadi berbalik dari
antisipasi perusahaan, yaitu bahwa 5000 karyawan yang telah terlanjur ditarik
tak pernah lagi seluruhnya di butuhkan.
Perusahaan melanjutkan untuk mempekerjakan 5000 karyawan
itu, dan ini membuat masyarakat berpendapat, sekali diterima bekerja, seorang
karyawan yang melaksanakan pekerjaannya secara memuaskan dapat mempertahankan
pekerjaannya sampai pensiun. Bagaimanapun juga, tri-energi menghadapi masalah
rendahnya harga di pasaran, dan laba yang diperoleh turun sampai tingkat yang
kurang memuaskan. Direktur utama joni bolang, mempertimbangkan pemberhentian
5000 karyawan yang tak pernah diperlukan, tak satupun memenuhi syarat atau
perlu di pertahankan sampai pensiun. Dia sadar bahwa banyak posisi manajerial
juga dapat dihilangkan karena secara potensial angkatan kerja akan lebih kecil
Pertanyaan kasus:
1. Apa ciri-ciri birokrasi yang telah terlibat
dalam kasus tersebut ?
· Program rasional dalam pencapaian tujuan
organisasi. Program rasional ini dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan
tentang kelebihan karyawan. Seleksi dibutuhkan untuk menyaring kembali dari
5000 karyawan tersebut yang memiliki keahlian atau kinerja yang baik. Selain
seleksi juga dilakukan pelatihan untuk karyawan yang telah lolos seleksi
tersebut.
· Pembagian kerja yang jelas. Setelah dilakukan
penyaringan akan diketahui dari masing-masing karyawan tersebut memiliki
keahlian di bidang tertentu,maka karyawan tersebut seharusnya ditempatkan di
bagian yang sesuai dengan keahliannya.
· Sistem prosedur bagi penanganan situasi kerja.
Sebelum karyawan tersebut memulai pekerjaannya di bidangnya masing-masing,
harus dibuat suatu perjanjian kerja agar saat ada dari mereka yang kinerjanya
sudah menurun dapat diberi sanksi atau di pecat.
2. Apakah joni bolang harus memberhentikan 5000? Mengapa?
Apa masalah-masalah dan kebaikan tindakan tersebut menurut saudara bila dia melakukannya
?
· Iya. Jika Joni Bolang tidak memberhentikan 5000
karyawan akan berpengaruh terhadap masa depan perusahaan yang akan membuat perusahaan
terjadi kebangkrutan karena harus membayar upah 5000 karyawan yang tidak
diperlukan dalam mengoperasikan fasilitas-fasilitas.
· Joni Bolang dapat melakukan pemberhentiaan
hubungan kerja secara bertahap/berkala kepada 5000 karyawan ekstra sekaligus Joni
Bolang juga dapat mengklasifikasikan karyawan yang patut untuk dipertahankan
diperusahaan tersebut.
3. Bagaimana cara situasi ini dapat dihindarkan
atau dicegah ?
·
Joni Bolang seharusnya melakukan perjanjian
kontrak dengan para karyawan.
Kasus : Budiono menerima tawaran pekerjaan baru
Budiono telah menjadi seorang representatif pelayanan
langganan bagi perusahaan produk ilmiah CIRO untuk beberapa tahun lamanya. Dalam
posisi ini dia bertugas membantu para langganan melalui penjelasan tentang cara
penggunaan produk CIRO untuk memecahkan berbagai masalah teknis mereka. Dia juga
menerima order-order pembelian dari para langganan, dan memberikan layanan
purna jual untuk menjamin bahwa kebutuhan langganan terpuaskan oleh produk-produk
CIRO.
Atasan budiono adalah saudara Wijoyo, manajer pemasaran
perusahaan CIRO. Budiono selalu mempunyai hubungan baik yang menyenangkan
dengan saudara Wijoyo dan pendapatannya cukup tinggi dibandingkan perusahaan
lain.
Baru baru ini budiono menerima surat dari saudara tajudin. Wakil
presiden direktur bidang penelitian perusahaan CIRO, menanyakan apakah dia akan
tertarik untuk meluangkan kira-kira setengah waktu kerjanya dalam tim
pengkoordinasian tes tes kooperatif dengan para langganan yang bertugas
mengevaluasi efektifitas produk-produk baru CIRO dalam pemenuhan
kebutuhan-kebutuhan tertentu mereka. Untuk pekerjaan penelitian terapan ini,
Budiono akan melapor pada Tajudin, surat tersebut disampaikan tanpa
sepengetahuan Wijoyo.
Budiono sangat tertarik dengan pekerjaan baru ini, tetapi
dia ragu-ragu apakah dia akan bekerja secara sukses untuk kedua atasannya.
Pertanyaan kasus
- Apa prinsip-prinsip manajemen yang akan dilanggar bila Budiono menerima tugas atau pekerjaan baru tersebut ?
·
Wewenang dan tanggung jawab, karena apabila dia
menerima pekerjaan baru maka pekerjaan yang sepenuhnya telah diserahkan kepada
dia sebelumnya akan tertunda atau mungkin hingga terbengkalai maka ia telah
melalaikan tanggung jawab untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh salah
satu atasannya.
·
Disiplin, karena ia telah mengirimkan surat
untuk melamar pekerjaan di bidang lain tanpa sepengetahuan atasannya yang
pertama. Hal itu sudah termasuk kedalam pelanggaran disiplin.
·
Keadilan, ia menerima dua tugas dalam waktu yang
bersamaan, hal itu dapat menyebabkan salah satu pekerjaan menjadi terbengkalai
apabila salah satu pekerjaan membutuhkan penanganan yang lebih.
·
Pembagian kerja, karena Budiono telah bekerja
dibidang pemasaran dan bidang penjelasan produk selama beberapa tahun, apabila
dia menerima pekerjaan baru maka dia harus beradaptasi kembali untuk bisa
sukses di bidang baru tersebut. Kemungkinan besar pekerjaannya yang dahulu
menjadi tertunda karena adaptasi tersebut.
2. Bila Budiono menerima penugasan baru, apa
macam-macam masalah yang kemungkinan besar akan terjadi ?
·
Budiono tidak akan bisa bekerja secara optimal
dikarenakan Budiono memiliki 2 tanggung jawab yang harus dikerjakannya.
·
Hubungan kerja Budiono dengan saudara Wijoyo
akan menjadi renggang dikarenakan secara sepihak Budiono bekerja dibidang lain.
3. Apa rekomendasi-rekomendasi yang akan saudara
ajukan untuk memperbaiki susunan organisasi, atau untuk mengurangi
masalah-masalah potensial perusahaan ?
·
Budiono harus melakukan koordinasi dengan
saudara Wijoyo agar tidak terjadi kesalahpahaman dan Budiono harus konsisten
terhadap pekerjaan/ tanggung jawab yang akan diambilnya.
Kasus : Manajemen ilmiah berarti eksploitasi dan
dehumanisasi karyawan ?
Profesor LKH dikenal sebagai ahli ekonomi tenaga kerja dan
manajemen sumber daya manusia, membuat pernyataan berikut dalam suatu kelas
seminar program S2 : “Saya menolak manajemen ilmiah (scientific manajemen)
sebagai suatu aliran yang dapat terus dipertahankan karena aliran itu
mengeksploitasi dan melakukan dehumanisasi (tidak mempermanusiakan) para
pekerja. Ini menyebabkan hilang nya respek diri mereka dan membuat mereka sebagai
mesin belaka yang mengikuti order-order manajemen “. Profesor LKH menyatakan
hal itu dalam tanggapannya terhadap suatu pertanyaan apakah dia setuju untuk
mengembangkan tulisan-tulisan Taylor.
Pertanyaan kasus
1.
Apakah pendapat profesor LKH dapat dibenarkan ?
·
Tidak. Karena tanpa adaanya Manajemen Ilmiah
para perkerja akan bekerja tanpa didasari tanggung jawab sebagai pekerja.
2. Apa elemen-elemen manajemen ilmiah dan
perkembangan histori aliran tersebut yang telah menyebabkan profesor LKH
mempunyai pendapat seperti itu ?
·
Mungkin dikarenakan Professor LKH telah
merasakan manajemen kerja pada zaman yang tidak berperi kemanusiaan.
3. Anggap saudara tidak menyetujui pendapat
profesor LKH dan mempunyai kesempatan mendebatnya. Dalam hal-hal apa saudara
akan menyanggah peryataannya ?
·
Sangatlah berbeda kondisi manajemen ilmiah saat
ini dengan pernyataan Professor LHK . Dikarenakan pekerjaan saat ini sudah
dibantu dengan teknologi yang maju sehingga pekerjaan lebih ringan dan jika ada
tentang eksploitasi atau dehumanisasi di Indonesia pun sudah ada Undang-Undang yang
melindungi HAM para pekerja.
No comments:
Post a Comment