Tuesday, October 20, 2015

Go-Jek vs ojek konvensional: Pilih yang mana?

Konsumen punya alasannya sendiri kenapa memilih memesan ojek melalui aplikasi Go-Jek daripada pergi ke pangkalan. Apa saja?
Pertentangan antara ojek konvensional versus layanan Go-Jek versus angkutan umum lainnya semakin memanas.Mencari tahu mengapa konsumen lebih memilih menggunakan layanan Go-Jek dibandingkan kendaraan lainnya. Ini dia beberapa alasan utamanya:

1. Pelayanan yang lebih profesional
Selain menyediakan helm bagi pengendara dan penumpang (lengkap dengan masker dan penutup rambut), Go-Jek juga melengkapi supir-supirnya dengan perangkat yang menunjang pemesanan dan aktivitas lainnya.
Selain itu, ternyata tidak sembarang orang bisa jadi supir berjaket hijau, lho!
2. Layanan pesan antar
Selain mengantar penumpang, konsumen juga banyak menggunakan layanan Go-Jek untuk kurir dan pemesanan makanan.
Artinya? Kita bisa pesan makanan dari manapun, termasuk dari warung sate kesukaan yang tidak punya delivery service!
3. Diskon dan harga promosi
Semua orang suka diskon. Ini yang digunakan oleh Go-Jek untuk menarik massa. Mulai dari potongan harga untuk pengguna pertama hingga promosi jelang bulan puasa.
4. Tidak perlu ke pangkalan
Aplikasi Go-Jek memungkinkan pengguna untuk memesan ojek tanpa harus ke pangkalan. Mereka bisa mendapatkan ojek di manapun dan kapanpun.
5. Potensi kerja paruh waktu
Bagi pengemudi, Go-Jek memberikan keleluasaan dalam bekerja. Artinya, siapapun —asal punya SIM dan STNK— bisa jadi supir ojek tanpa harus mangkal.
Namun, bukan berarti Go-Jek tidak memiliki kekurangan. Kami menghimpun beberapa keluhan dari pengguna di media sosial.
1. Server aplikasi yang mengalami gangguan
Seperti aplikasi digital lainnya, server Gojek mengalami gangguan sehingga pengguna tidak bisa memesan layanan.Kesalahan teknis juga terkadang terjadi pada penggunaan Go-Jek Credit, alat pembayaran sejenis pulsa. Ada yang mengeluh kreditnya terpakai, namun layanan tidak datang, ada pula supir yang kebingungan karena tidak paham sistem ini. Entah ini kesalahan teknis atau akal-akalan supir, masalah credit cukup menjadi sorotan pengguna layanan Go-Jek.
2. Sulitnya mencari supir Go-Jek
Penggunaan aplikasi berarti konsumen harus bergantung pada sistem pencarian di sana. Terkadang, aplikasi tidak berhasil mendapatkan supir yang dibutuhkan, padahal banyak supir Go-Jek berkeliaran di daerah tersebut.
3. Perubahan struktur sosial?
Sebuah blog mengkritik sistem baru yang dibangun oleh Go-Jek secara antropologis. Menurut penulisnya, sistem ini merusak tatanan sosial dan nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah pangkalan ojek: sistem mengantri, sopan-santun, hingga sentuhan personal yang terjadi dalam setiap transaksi di pangkalan ojek.

No comments:

Post a Comment