Kacamata pintar Google ternyata memang tidak menghilang begitu saja. Justru, kacamata tersebut kini tengah disiapkan dengan nama baru.
Ini bukan pertama kalinya produk tersebut berganti nama. Proyek itu dulunya disebut Project Glass, yang kemudian menjadi Google Glass pada 2013. Kini, proyek itu dinamai Project Aura.
Menurut laporan, Project Aura ini mulai dikerjakan pada Juni tahun ini. Google mempekerjakan para ahli dari divisi riset Amazon, Lab126 untuk menghidupkan kembali proyek Glass.
Aura akan menjadi generasi penerus dari Glass, namun bisa jadi malah juga wearable lain. Tim Aura bekerja bersama dengan beberapa grup riset berbeda yang bekerja di Google, termasuk mereka yang terlibat dalam Project Soli dan Google Cardboard. Proyek ini akan tetap dijalankan oleh Ivy Rose, yang sebelumnya menjadi pemimpin proyek Glass. Tony Fadell, kepala bisnis rumah pintar Nest yang dimiliki Google, akan mengawasi proyek tersebut.
Setelah periode sunyi uji coba beta tertutup, Google Glass dulu diluncurkan pada sejumlah terbatas pengembang dan pengguna dengan banderol $1.500. Januari tahun ini, program percobaan dan penjualan perangkat itu dihentikan.
Aura bahkan kemungkinan sudah beredar saat ini. menurut Wall Street Journal, Google secara diam-diam mendistribusikan versi terbaru ini untuk perusahaan-perusahaan di bidang pelayanan kesehatan, manufaktur, dan industri energi. Menurut laporan tersebut, kemungkinan versi konsumennya telah ada, namun baru akan siap diedarkan tahun depan. Selain itu, produk tersebut akan sangat jauh berbeda dengan Glass.
No comments:
Post a Comment